Thursday, July 1, 2010

sorry,HEHE

Dulu, berbagai omongan tak sedap mengenai anaknya sering membuat Fanny geram. Bintang iklan yang cukup laris ini lantas tak kenal lelah berburu informasi dan rajin memberikan stimulasi kepada anaknya yang dinyatakan telat bicara.

"JIM BI" MAKSUDNYA MR BEAN

Orang tua mana sih yang tak bahagia menyaksikan anaknya tumbuh sehat? Begitu juga Cut Tiffanny Adma (31). Kebahagiaan model sekaligus bintang iklan salah satu susu kental manis ini pun tak bisa disangsikan lagi. Ia teramat bahagia menyaksikan anak semata wayangnya Falah Alif Akbar Santosa (8), tumbuh sehat. "Perkembangan motoriknya bagus tuh. Merangkak, duduk, dan berdiri, dikuasainya tanpa masalah," ujar Fanny bangga.

Hanya saja saat si kecil menginjak usia 2 tahun, Fanny merasa ada sesuatu yang mengganjal padanya. "Ngomongnya belum jelas. Nyebut 'mami' atau 'papi' aja susahnya bukan main," tutur Fanny mengenai perkembangan verbal sang buah hati yang dinilainya tergolong lambat. Awalnya, Fanny memang tak kelewat peduli, apalagi orang tuanya mengatakan bahwa anak laki-laki umumnya terlambat bicara.

Kegusaran muncul ketika Ifan, begitu panggilan akrab si kecil, masuk taman bermain di usia 2,5 tahun. "Ifan sulit banget berkomunikasi dengan teman-teman karena bahasanya susah dimengerti." Bahkan gurunya pun sering meminta Fanny untuk menerjemahkah "bahasa" Ifan. "Anak Ibu ngomong apa ya? Sedih sekali kedengarannya," lanjut Fanny menirukan ucapan si guru.

Ya.. memang hanya Fanny yang bisa mengerti perkataan Ifan. Karena perempuan berdarah Aceh-Jawa inilah yang setiap hari berkomunikasi dengan si buyung. "Kata-katanya memang sulit dimengerti orang lain. Misalnya 'Jim Bi' untuk menyebut nama 'Mr. Bean.' Makanya kami sering pakai 'bahasa planet' semacam itu di rumah."

Masalah si kecil mau tak mau membuat kuping Fanny panas, apalagi saat mendengar omongan kerabat ataupun obrolan para ibu. "Batin saya berteriak kalau ada orang lain yang 'menuduh' Ifan menyandang autisme. Saya yakin Ifan tidak apa-apa, hanya belum saatnya saja dia bicara lancar," tutur Fanny yang mengaku mampu tegar berkat dukungan suami tercinta, R. Andy Surya Santosa (33)

KURANG STIMULASI

Wanita yang juga membintangi iklan suplemen vitamin dan produk kacang-kacangan ini lantas rajin mencari informasi dari para pakar, seperti psikolog, psikiater, pakar autis, maupun dokter anak. Fanny baru merasa lega karena menurut mereka Ifan normal-normal saja alias tak mengalami gangguan berarti. "Ibu hanya kurang memberi stimulasi," katanya menirukan pendapat para ahli yang didatanginya. Sejak itu, Fanny jadi getol membina komunikasi dengan si kecil, hingga kosakatanya semakin hari semakin banyak. Selain tak lupa memberi suplemen khusus yang dianjurkan dokter anak guna merangsang daya ingat dan perhatian kepada sang buah hati.

Perempuan yang mulai menjadi model iklan pada usia 5 tahun ini pantas bersyukur. "Setahun menjalani terapi, Ifan memperlihatkan perkembangan bahasa yang sangat pesat." Tak hanya pandai merangkai kata dan bicara saja, tapi juga mengenal huruf. "Bahkan di usia empat tahun dia sudah bisa baca, lo! Ini kan membuktikan bahwa kemampuan intelektual Ifan justru di atas anak-anak normal. Dokter anak yang menangani Ifan saja sempat geleng-geleng kepala enggak percaya," celoteh Fanny bangga.

Tak cuma itu. Ifan pun menunjukkan motivasi yang tinggi untuk belajar mengaji. "Ke mana pun, dia selalu bawa-bawa Al-Quran. Makanya di usia empat tahun pula dia sudah menamatkan Al-Quran 30 juz. Ini jelas kebanggaan tersendiri buat kami sebagai orang tua."

IFAN MOGOK SEKOLAH

Meski anak tunggal umumnya dianggap manja dan sulit mandiri, tidak demikian halnya dengan Ifan. Fanny mengaku tak perlu heboh membangunkan si kecil. "Saat ayam jago berkokok, dia sudah bergegas ke kamar mandi, lalu pake baju, sarapan, kemudian duduk manis di mobil siap berangkat ke sekolah."

Namun Fanny tak memungkiri kalau anak seusia Ifan biasanya belum bisa sepenuhnya menjaga barang-barang miliknya. "Pernah suatu hari dia bawa semua peralatan tulis ke sekolah, eh waktu pulang sudah enggak bawa apa-apa lagi," cerita Fanny yang lantas merasa perlu mengingatkan anaknya untuk bertanggung jawab atas keutuhan barang-barang miliknya.

Diakuinya, Ifan juga cukup sensitif dan kurang percaya diri. Ketika diminta mengerjakan sesuatu oleh gurunya, ia memilih diam saja. Dukungan gurunya, "Kamu bisa. Kamu pasti bisa," malah membuat Ifan mogok sekolah selama beberapa hari. Itulah mengapa Fanny jadi semakin tertantang untuk memahami karakter anaknya.

Ia pun tak segan-segan memberi rewards saat si kecil berperilaku positif atau menunjukkan prestasi yang patut dibanggakan. Bisa dengan mencium, memberi pelukan sayang ataupun hadiah spesial yang diyakininya dapat melecut motivasi si kecil. "Waktu dia dapat ranking dua di kelas, contohnya, saya langsung memberinya game boy." Hal serupa dilakukan pula oleh pemilik toko mainan Toys Mart ini kala si buyung mendapat penghargaan sebagai The Best Student in English. Pemilik butik Fun & Co ini pun yakin, hadiah tak hanya mampu jadi penguat bagi perilaku positif, tapi juga cara ampuh untuk meninggalkan kebiasaan negatif.





PAS BACA SUMPAH GUE NGAKAK BANGET AHHAHAHAHAHAHA

0 comment: