Kisah dimulai dari perjalanan pertamanya menuju Biloxi saat ia bertemu kawan-kawan barunya di kereta, lalu dilanjutkan dengan pertemuannya dengan sersan komandan pleton mereka yang suka bertindak sewenang-wenang.
Orang-orang awam dunia militer inipun dilatih secara keras agar disiplin, kesalahan yang kadang tidak jelas sumbernya pun kadang kali ditanggung bersama kawan-kawan satu pletonnya. Eugene sendiri adalah seorang bocah yang sering melontarkan candaan sarkastik, sehingga ia sering diberi hukuman kurang adil oleh komandan pletonnya yang bernama Sersan Toomey.
Namun film ini bukan saja mengenai militer, sering pula mengisahkan waktu-waktu dimana para calon tentara ini diberi waktu libur--mungkin tidak pantas disebut libur karena hanya berlangsung selama 48 jam. Eugene pun belajar mengenal lebih dalam mengenai teman-teman satu pletonnya yang mempunyai beragam kepribadian, mulai dari Wykowski yang gagah namun congkak bak preman, lalu ada Eipstein satu-satunya kutu buku dari kalangan terpelajar yang sering dihina oleh Wykowski dan teman-temannya.
Waktu 'libur' 48 jam ini pun dimanfaatkan oleh Eugene, tak disangka ia dapat mewujudkan dua keinginan terbesarnya dalam satu hari; hilang keperjakaan dan jatuh cinta pada seorang gadis baik-baik. Ia berkenalan dengan seorang perempuan manis bernama Daisy di sebuah pesta, lalu berdansa dan akhirnya jatuh cinta.
Eugene pun tidak melalui hari-harinya di asrama militer dengan mulus, tentu sempat muncul masalah, contohnya ketika buku hariannya diambil oleh Wykowski lalu di baca keras-keras sehingga teman-temannya tahu mengenai pendapat Eugene terhadap dirinya masing-masing. Dari sinilah Eugene belajar bertanggung jawab, ia merasa apapun yang orang baca dalam sebuah tulisan--orang tersebut pasti akan percaya apapun isi tulisannya. Eugene yang bercita-cita menjadi penulis ini sebenarnya hanya menuliskan pendapatnya secara asal lalu mengambil kesimpulan tentang teman-temannya secara singkat, namun sekarang ia dapat menemukan hikmah dibalik 'pencurian' buku hariannya oleh Wykowski, bahwa tulisannya harus dapat dipertanggung jawabkan.
Di akhir film yang berdurasi 106 menit ini diceritakan bahwa pleton mereka kembali dari perang dengan selamat, Hiroshima dijatuhi bom dan sekutu dinyatakan menang. Eugene pun lalu berkisah dari sudut pandangnya, bahwa ia berhasil meraih cita-citanya menjadi penulis. Dan ia baru saja menyelesaikan buku barunya yang diberi judul Biloxi Blues.

0 comment:
Post a Comment