udah beberapa kali gue nulis (baca: curcol di blog) 2014 itu bakal menjadi tahun yang berarti #cie, karena ada piala dunia dan pesta demokrasi.
gue sebagai yang belum punya hak pilih, tau kalo suara gue emang gak diperhitungkan secara riil (coblos). tapi gak ada salahnya kan gue punya pandangan terhadap kedua pasang calon? dan mendukung mana yang menurut gue lebih cocok (karena 'baik' itu sangat subjektif) dengan apa yang dibutuhkan Indonesia untuk masa yang akan datang. lagipula umur gue juga 17 kok tahun ini..nyaris masbro hehehe, udah belajar pkn kok tenang
(dan gue merasa dengan status gue yang belum punya hak pilih, gue jadi lebih netral dan melihat secara keseluruhan--karena belum bisa bangga dengan hak pilih gue..yang kalau misal gue punya, pasti akan langsung gue gunakan dengan menetapkan pilihan tanpa melihat kebaikan dan keburukan masing-masing calon karena sudah merasa yakin dengan pilihan sendiri--yang terpengaruh orang sekitar--sedari awal)
slogan "5 menit untuk 5 tahun" itu memang benar adanya sih..dan gue yakin masing-masing calon mau membawa Indonesia kearah perubahan, yang lebih baik tentunya. namun cara dan pendekatan masing-masing memang berbeda. tapi, menurut gue, jangan gak mau milih capres x karena sebuah kasus yang ketuntasannya saja jelas-jelas belum ada, atau karena sifatnya yang katanya impulsif. dan jangan gak mau milih capres y karena kalau dia menjabat, jakarta akan dipimpin sama yang agamanya berbeda dengan mayoritas penduduk indonesia. pokonya jangan karena alesan-alesan yang gosip-gosip doang deh
mengutip opini kompas tanggal 27 Juni 2014 oleh Yasraf Amir Piliang,
"Apabila Anda berupaya memahami 'sang musuh' dengan nalar rasional, boleh jadi ia sosok yang selama ini Anda idealkan. Menyambut pesta demokrasi yang kian dekat, rakyat diharapkan secara cerdas membaca "aura sejati" para calon pemimpin masa depan bangsa, bukan "aura palsu" yang diumbar melalui kampanye hitam di aneka media sosial dan media elektronik lainnya."
untuk masalah fitnah dan black campaign, menurut gue masing-masing kubu saling kena fitnah dan saling menyebarkan fitnah. mungkin hanya intensitas/frekuensi nya saja yang berbeda, jadi gue suka kesel sendiri sama yang ngerasa difitnah mati-matian, padahal juga memfitnah.walau sebaiknya ya gak ada fitnah-fitnahan lah yaa..(fakta/fitnah itu tergantung persepektif juga) dan by the way, semua embel-embel sifat di capres/cawapres itu salah satu strategi politik jangan dipercaya banget-bangetan sampe 100% manusia gak luput dari kesalahan kawan
apapun keputusan yang dipilih sebagian besar rakyat Indonesia tanggal 9 Juli mendatang, apabila yang menang bukan yang dijagokan masing pribadi, menurut gue terima saja keputusannya secara legowo dan gak usah nuduh kubu lain berbuat curang kalo memang gak ada buktinya...jangan merasa karena 'wah gue milih ini temen gue juga semua milih ini lah kok yang menang bukan dia' pasti lawannya curang, kan Indonesia besar...banget..mungkin sekitar lo pada milih a tapi ya kan bukan berarti gak ada yang milih b
nah sesuai dari apa yang gue lihat (gue awalnya mihak y, lalu berubah jadi netral--melihat keseluruhan, dan ujungnya mihak x)..keseluruhan maksud gue disini, gue gak cuma ngelihat pendapat berupa tweet-tweet aja (yang maaf banget kadang sumber datanya juga sumbernya bukan asli indonesia), tapi juga mencari tahu fakta-fakta lain yang kalau dicari tau dulu, baru ketemu (gue bingung jelasinnya, intinya, kalo lo ga berusaha mencari tahu lo gabakal tau dan terlanjut buta sendiri) (gue tau kalimat barusan terdengar sangat subjektif tapi ini menurut yang gue liat selama ini memang kayak gitu sebagian besar; tau kelebihan yang didukung, gak mau tau kekurangan yang didukung, tau kekurangan lawan lalu dijadikan alasan untuk menjelek-jelekan, tapi gak mau tau/gak buka mata sama kelebihan lawan, karena sudah yakin sama hati nuraninya sendiri)
video dari CAMEO project, "Ketika Harus Memilih" dengan keren dapat menjelaskan sebagian besar mengapa gue lebih yakin dengan calon nomor satu.
dan gue setuju sama penjelasan sutradara CAMEO project yang menjelaskan secara baik-baik bahwa tiap orang pilihannya berbeda-beda, jadi saling menghormati aja (akhir-akhir ini gue sangat berusaha sabar sama retweetan yang memenuhi timeline, gue baca kok, makanya gue tau banget juga kelebihan nomor dua, tapi maaf sebagian besar isinya juga secara tidak langsung sering menjelek-jelekan/menertawakan/menyindir tanpa bukti ke pasangan nomor satu..apalagi dengan emoticon ":)))))" yang jujur aja gue gaksuka banget--gak papa kan gue gaksuka? iya tau twitternya punya lo terserah lo mau ngetweet apaan tapi gue punya hak kan buat gak suka sama ":))))" lo itu hehe, soalnya tersirat kesan gimana gitu) (wuih apalagi sama yang ngatain bot tapi sendirinya juga jadi trending topic terus tapi isinya gak nyambung hehe--maaf mulai emosi--jadi yaudahlah itumah kerjaan tim sukses dari sananya, dan oiya relawan semuanya juga punya relawan ya jangan karena orang milih lain dikira pasti milihnya bukan karena hati nurani, semua punya pilihannya yang penting jangan golput hm) (+ jangan anarkis ya guys sebetapa memihaknya media yang ada, apalagi dibiarin)
dan terakhir, gue juga setuju sama pendapat pak dino patti djalal yang berkata "jangan sampai proses pemilu dan opini rakyat kita dengan mudah dimanipulasi wartawan asing. jaga martabat RI".
awalnya gue ragu mau nulis begini, gue juga gak yakin kale ini ada yang baca, tapi sekarang pas udah nulis rasanya lebih lega aja pikiran lebih tersalurkan, dan blog ini emang tempat yang pas buat gue--yang capek liat timeline twitter sendiri (maaf kalo misalnya sok tau atau gimana isi postnya, yaaa tapi bukan gue doang yang berpandangan begini) dan jangan percaya juga sama hasil survey udahlah beda-beda semua sesuai yang pesen (taktik biar yang undecided milih yang mayoritas aja)
penghujung kata #aih. semoga Indonesia menjadi lebih baik di masa depan, saling menghormati ke-empat tokoh yang 'bertarung' karena semuanya langsung dan tidak langsung sudah berupaya membawa Indonesia kearah yang lebih baik dalam caranya masing-masing. siapapun pemimpin yang terpilih, semoga bisa memimpin Indonesia, dan ditunggu usaha dan kerja kerasnya dalam menepati visi-misinya :)
selamat memilih kawan-kawan!
#SalamDemokrasi #1kanIndONEsia
+ bonus video Alm. Munir yang setuju bahwa Pak Prabowo adalah korban pembunuhan karakter
(kalo masih ngotot karena kasus penculikan '98, tolong ditonton, gak maksa sih tapi yaudah)
(berhubung masih kecil waktu itu, jadi gak tau apa-apa pas pemilu sebelumnya--kecuali gue ikut ke tps nyelupin tangan--inikan bukan pemilu pertama pak prabowo, tapi kenapa baru diungkit sekarang? ooh gakjadi nanya deh hehe sudah tau sepertinya mengapa, terlanjur ngetik ajah)
Sunday, July 6, 2014
pesta demokrasi
+ Deby at 6:21:00 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comment:
Post a Comment