Disclaimer: Di magang itu, gue punya role yang rangkap. Jadi Network Manager SDSN ngeganti posisinya Mba Lisa, dan jadi "pembantu umum" alias belom tau nama posisinya di SDGs Hub. Ini semua cerita personal, sebagai anak baru norak yang masih kelimpungan belajar tapi merasa hidup di pekerjannya. Jadi incase ada yang menemukan artikel ini via google search, ini hanya cerita pribadi dan tidak mewakili institusi tempatku bekerja. But feel free to reach out!
Pas gue masuk, Pak Prof pengen adain rapat pertemuan untuk SDGs Hub. Kalau di Indonesia itu, hal-hal terkait pembangunan berkelanjutan alias SDG dibawah koordinatornya Bappenas. Bappenas sendiri mendorong tiap universitas punya SDG Center yang berperan banyak terkait implementasi dari SDG. Kebetulan, di UI itu ada dari bulan April 2019 dilaunch oleh Pak Bambang Brodjo waktu itu.. tapi nih sampe bulan ini masih belum tau arahnya dan dibawa kemananya. Ngebandingin sama Unpad yang udah lama berdiri (terima kasih Ibu Armida.. ye sok kenal lu Deb) yang fokus di ekonomi, banyak riset, dan punya tools untuk measure apakah suatu daerah udah sesuai penerapan SDG nya apa belum, UI sepakat namanya Hub karena di UI udah kebanyakan centre, tapi masih di bawah MIPA belum di bawah Rektor. Padahal ya namanya SDG ada 17, multidisiplin banget juga.. Gitudeh, masih banyak confusenya beb.
Nah, waktu itu gue bantu memfasilitasi SDGs Hub (disponsori MIPA) dengan ngadain workshop buat anggota SDGs Hub. Emang siapa sih anggotanya? Anggotanya ya perwakilan akademisi/manajer riset dari tiap fakultas dan institusi (baru tau ey ada SIL, SKSG, UI Green Metric, Dayamakara, dll) di UI yang mungkin terkait penelitianya sama SDG, intinya sih siapa aja yang penting tau SDG dulu deh.
Toh, yakin banget, prior knowledge masing-masing anggota ttg SDG/TPB itu beda-beda.
Waktu itu narasumbernya Ibu Nina Bappenas dan Pak Gantjang BPS. Asli seneng sih sebenernya walau secara usia senior, tapi bekerja untuk SDG yang notabene ngerasain hidupnya ya anak-cucunya.. Dan mereka udah di jenjang karir yang punya kuasa juga untuk melakukan ini-itu juga. So I learned a lot dari berkoordinasi ngundang dan dari materi beliau.
Ok, mulai dari materi Bu Nina ya.. Presentasinya kebagi 4: Gambaran ttg TPB, Pelaksanaan TPB, Capaian TPB, dan Kontribusi yang diperlukan dari Perguruan Tinggi.
1. Gambaran TPB:
- Awalnya MDG (Millenium Development Goals) yang berisikan 8 target sampai 2015. Target yang fokus pada pembangunan manusia (no poverty, zero hunger, healthnya ada AIDS, child mortality, dan maternal health, dan lingkungannya cuma satu yaitu "ensure environmental sustainability"
- Disepakati di Sidang Umum PBB 2015, ambitious target for 2030. Terdiri dari 17 goals, 169 target, dan 241 indikator ketercapaian. Fokusnya bukan hanya pembangunan manusia, tapi termasuk ekonomi dan lingkungan
- Di Indonesia gimana? Di Indonesia koordinatornya adalah Bappenas, udah ada dokumen yang nurunin dari RPJMN juga. Intinya, ada sinergisitas antara Nawacita, RPJMN, dan TPB juga.
- Arahan dari Presiden: Maksimalkan peran Bappenas, libatkan semua pihak sesuai kepakaran (pemerintah, organisasi masyarakat setempat, media, filantropi, BISNIS, pakar & AKADEMISI :)), kelembagaan bisa bekerja secara strategis/operasional (ini gue rada gapaham sih)
- Prinip 5P! People, Planet, Prosperity, Peace, dan Partnership. Partnership sih ya penting banget
- Platform partisipasi dari SDG:
- Pemerintah: Penetapan indikator, Pengembangan regulasi/kebijakan/penyelarasan indikator/program, Penyiapan data, Diseminasi/Komunikasi/Sosialisasi, Pendanaan, Monev
- Pelaku Usaha: Fasilitasi program, Peningkatan kapasitas, Dukungan pendanaan
- Akademisi & Pakar: Peningkatan kapasitas & data, pemantauan & evaluasi, policy research, mendirikan SDGs Center
- Organisasi masyarakat & media: Diseminasi & advokasi ke masyarakat, PROGRAM/KEGIATAN di lapangan, membangun pemahaman publik
- Yang gue rada bingung juga, ada kalimat "Pembangunan berkelanjutan sebagai sarana untuk Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi".. apakah maksutnya jadi jadi developed countries?
- Skenario dasar --> 5,1%/tahun pertumbuhan PDB (produk domestik bruto), peringkat 7 PDB di dunia, dan keluar middle-income trap tahun 2038
- Skenario tinggi --> 5,7%/tahun perumbuhan PDB, peringkat 5 PDB, keluar middle-income trap tahun 2036
- Jadi, 4 tahun udah ngapain aja? Dibagi dari 3 aspek. SDG sebagai Komitmen Bersama, Legal Basis yang Kuat, Strategi yang Baik.
- Komitmen bersama --> Pelaksanaan TPB sebagai Gerakan, komitmen semua stakeholders
- Legal Basis yang Kuat --> Perpres no.59 tahun 2017 (dasar penyusunan Rancangan Aksi Nasional dan Rancangan Aksi Daerah), dan RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) untuk menentukan prioritas dan alokasi anggaran
- Strategi yang Baik --> proses partisipatif (melibatkan dari awal untuk menyusun), tujuan indikator yang jelas dan terukur, sumber pendanaan jelas, tanggungjawab peran K/L pengampu, monitoring dan evaluasi, dan strategi komunikasi
- Yang sudah dilakukan:
- Tim Koordinasi Nasional (Bappenas)
- Prinsip inklusivitas (Kementerian/Lembaga, Filantropi, Pelaku Usaha, Akademisi, Ormas) event-event
- Dokumen terkait Rencana Aksi Nasional, Rencana Aksi Daerah, dan Roadmap SDG Indonesia (nanti w taro linknya, harusnya pernah dapet dari Pak Arko)
- Pelaksanaan TPB/SDG di Daerah --> sudah ada daerah yang buat rancangan pelaksanaan TPB (RAD) tapi belum semuanya. RAD yang udah jadi ada di 19 provinsi
- Monev melalui pelaporan capaian SDG
- VNR, atau Voluntary National Review SDG 2019, udah tahun 2017 dan 2019 di High Level Political Forum PBB. (https://drive.google.com/file/d/1Dq8Z7jIEALaAmBMcctlG9q7FgtlEYSLa/view) atau di halamannya
- SDG Center di Indonesia: 13 (Unpad paling awal, Univeristas Jember, Universitas Kristen Arthawacana, dll.)
- Dibagi per pillar:
- Sosial:
- Pengurangan garis kemiskinan ekstrim dan garis kemiskinan nasional dari 2006 - 2018
- Dari 2014-2018, kemiskinan turun dari 10,96% jadi 9,66%
- Akses layanan dasar (Pendidikan & Kesehatan) didapatkan oleh keluarga dengan status ekonomi sosial terendah, cakupan penerima menjadi 10 juta dgn alokasi17,42 triliun
- Prevalensi stunting (kurang gizi) cenderung menurun selama 10 tahun terakhir tapi masih tinggi 30,8%
- Kualitas konsumsi pangan masyarakat Indonesia membaik, alias ketersediaan pangan, keragaman pangan, dan pengetahuan pangan dan gizi membaik
- Angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan angka kematian balita menurun
- TAPI prevalensi hipertensi pada populasi usia 18 tahun ke atas meningkat dari 25,8%-34,1%.. hm..
- Ekonomi:
- PDB tumbuh secara konsisten 5% tiap tahun
- Rasio Gini berkurang 0,414 menjadi 0,384.. hmm
- Peningkatan akses keuangan bagi kelompok termiskin dari 22% menjadi 37%
- Lingkungan:
- Perusahaan yang berkontribusi terhadap lingkungan 60% jadi 85%.... ini gue rada gak yakin. Atau sisa 15% nya merusak usaha yang 85% bisa jadi
- Pembangunan rendah karbon telah diarusutamakan dalam agenda perencanaan pembangunan nasional.. hmm
- Peningkatan kawasan lindung laut setiap tahun, meningkat dari 17,30 ha menjadi 19,30 ha
- PENURUNAN Hutan dan tutupan lahan: Proporsi tutupan hutan dan lahan menurun dari 52, 22% (2011) menjadi 50,18% (2017) :(
- Hukum & Tata Kelola:
- Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) meningkat (tapi w gakyakin?) dari 3.59 pada 2015 menjadi 3.66 (2018).. hm..
- Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular
- Bagaimana PT bisa membantu SDG?
- Memberi pengetahuan, inovasi, solusi terhadap SDG (mungkin bisa melalui riset, program-program?) tapi belum terhubung nih di UI.. Belum ada platformnya
- Menciptakan pelaksana SDG saat ini dan yang akan datang .. gak paham
- Mendemonstrasikan bagaimana mendukung, mengadopsi, dan implementasi SDG dalam tata kelola dan budaya
- Mengembangkan kerjasama kepemimpinan antar sektor untuk memandu dalam merespon SDG.. gak paham juga
- Bagaimana SDG membantu PT?
- Meningkatkan kebutuhan SDG terkait pendidikan
- Menciptakan skema baru pendanaan.. betul. Bisa bantu daerah untuk merancang RAD
- Mendukung kolaborasi dengan mitra dan eksternal yang baru
- Kontribusi terhadap SDG dari Tridharma Perguruan Tinggi (Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Pengajaran)
- Penelitian: Penelitian terkait SDG, Penelitian interdisiplin/multidisiplin,
- Pengabdian Masyarakat: Dialog dan aksi lintas-sektor, advokasi masyarakat
- Pendidikan: Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (seperti project di Kesmenkom!), dan mobilisasi generasi muda. ehey.
- Contoh peran Universitas untuk SDG:
- Ada buku panduan "Getting Started with Universities" dari SDSN Australia, New Zealand, Pasifik. Jutaan kali download belum dibaca-baca..
- KTH Royal Institute of Technology Sweden: Data Act Lab (Goal Tracker) https://www.goaltracker.org/ tapi ini harus pemerintah langsung tektok
- Prinsip No One Left Behind. Tidak ada yang boleh tertinggal. 17 goal, 169 target, 241 indikator.
- Fokus pada SDG nomor 1 dan nomor 10, karena yang lain mencakup dalam itu

0 comment:
Post a Comment